OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sekjen Rully: Ngapain MK ngurusi Narkoba… Gannas kecewa BNN ketakutan, serahkan lagi Narkoba “Akil” ke MK

logo gannasLENSAINDONESIA.COM: Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) mengaku terkejut mendengar barang bukti yang diduga Narkoba temuan KPK di laci meja mantan Ketua MK Akil Mochtar, oleh BNN diserahkan lagi ke MK.

“Itu tidak dibenarkan. Ngapain, MK bukan institusi yang menangani permasalahan Narkoba. Justru kewenangannya ada di BNN,” tegas Sekjen Gannas Rully Wahyudi saat dikonfirmasi Licom, Sabtu malam (5/10/13).

Baca juga: Media wahana efiktif pengaruhi sikap pemilihdan Chairun Nisa, perantara suap Akil Mochtar dituntut 7,6 tahun penjara

Seperti diberitakan, BNN melakukan uji Laboratorium barang bukti yang diduga Narkoba  jenis ganja sebanyak 3 linting dan separuh linting, serta 2 butir ekstasi yang ditemukan KPK di laci meja mantan Ketua MK Akil Mochtar saat melakukan penggeledahan, Kamis malam (3/10/13).

Sebelumnya, Jumat malamnya, barang bukti itu diserahkan MK ke BNN. Setelah diuji Lab, Humas BNN Sumirat mengatakan, barang bukti dan hasil Lab diserahkan ke MK.

Menanggapi itu, Gannas menilai penyerahan barang bukti dari hasil uji laboratorium oleh BNN ke MK, mengindikasikan ketidakberanian atau ketakutan BNN menghadapi MK.

“MK tidak punya kewenangan membawa barang bukti yang diduga Narkoba. BNN yang punya kewengan penuh,” tegas Rully kepada LICOM, Sabtu malam(5/10/13).

Rully mengatakan, seharusnya barang bukti itu disita BNN, tidak diserahkan lagi ke MK. Di Undang Undang Narkotika No 35 tahun 2009 disebutkan BNN memiliki kewenangan untuk menangkap siapa pun yang terlibat Narkoba.

“Ketua MK pun kalau terbukti menggunakan Narkoba juga wajib ditangkap tanpa pandang bulu,” tandas Rully.

Kemudian, Rully juga menambahkan, “Ya, harusnya BB (Barang Bukti)-nya diambil oleh kepolisian atau BNN untuk proses penyidikan sesuai kewenangan. Ini bukti lemah-nya koordinasi antar institusi hukum,” paparnya.

“MK bukan kebal hukum ganja dan ekstasi. MK itu nangani yudicial review maupun persoalan Pilkada dan Pemilu, gak ada urusannya dengan Narkoba,” tandas Rully, tertawa sinis.

Rully juga menganggap aneh kenapa barang bukti diduga Narkoba itu ada di tangan MK kemudian dimintakan uji Lab ke BNN. “Saya bingung lihat di teve. Saya rasa BNN seharusnya bisa langsung periksa Akil mochtar terkait penemuan BB Narkoba itu,” pungkas Rully. @agus_irawan

gannas fals

Soal pejabat polisi nyabu dan selingkuh, Gannas: Kapolri harus copot Kapolda Lampung

logo gannasLENSAINDONESIA.COM: Sekjen Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas), Rully Wahyudi mengatakan, dengan tertangkapnya oknum pejabat Polda Lampung yang diketahui menjabat Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) berinisial S mencoreng nama institusi Polri sebagai lembaga penegak hukum.

“Kalau benar berarti kepolisian sebagai ujung tombak pemberantasan penyalahgunaan narkoba harus membersihkan juga jajaranya sendiri dengan segera melakukan tes urine kepada semua jajaranya,” kata Rully kepada LICOM saat dihubungi, Minggu (22/09/2013).

Baca juga: Kapolres: Penemuan peluru tak ada kaitannya dengan penembakan dan Nyabu bareng warga sipil, tiga anggota Polres Demak terancam pecat

Rully menjelaskan, jika terbukti bersalah dan terlibat narkoba maka Kapolri harus menindak tegas jajarannya, baik tingkat perwira menegah, tinggi atau anggotanya yang di bawah.

“Kalau ada anggota polisi yang terbukti positif menggunakan narkoba walaupun perwira menengah atau tinggi maka Kapolri harus memberikan sanksi yang keras dan kalau perlu dipecat dengan tidak hormat,” ungkapnya.

Selain itu, Rully menambahkan, apabila pejabat Polda Lampung itu terlibat narkoba maka Kapolri harus memecat juga Kapolda Lampung sebagai Pimpinan.

“Kapolri juga harus menindak pimpinan yang bersangkutan dalam hal ini Kapolda yang telah gagal melakukan pengawasan terhadap anggotanya,” tegasnya.

Seperti diketahui, Inspektur Pengawasan Umum Mabes Polri, Komjen Pol Imam Soedjarwa mengatakan, pemeriksaan pejabat Polda Lampung hingga kini masih dilakukan oleh Pihak Mabes Polri. “Sekarang masih diperiksa. Kalau sudah, di Polda Lampung baru kita periksa,” kata Imam di Mabes Polri Jalan Trunojoyo.

Sementara itu, pejabat Polda Lampung yang berpangkat Kombes itu diketahui saat mengkonsumsi sabu di dalam kamar kawasan hotel bintang tiga di daerah Teluk Betung Utara bersama wanita. “Semuanya kita periksa, setelah ada hasil pemeriksaan kita akan kabari secepatnya, termasuk soal selingkuh dan narkoba,” ujarnya.@aguslensa

gannas04

Gannas Minta Pemerintah Libatkan Ormas

logo gannasLENSAINDONESIA.COM: Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) prihatin mengamati maraknya sekolah-sekolah mewah di kota-kota besar menjadi target operasi pasar jaringan bandar Narkoba yang bersumber dari sindikat internasional.“Semua itu, penyebabnya karena kurangnya sosialisasi atau pengetahuan pelajar terhadap segala resiko bahaya penyalagunaan Narkoba,” tegas Sekjen Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Rully Wahyudi kepada LICOM, Jumat (5/10/12).Menurut Rully, sekolah-sekolah mewah menjadi target market bandar Narkoba, karena para pelajarnya punya uang untuk membeli Narkoba,” kata Rully.

Selain itu, Gannas mencermati, lanjut Rully, lemahnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan sehari-sehari, membuat Narkoba lebih mudah aksesnya untuk masuk ke lingkungan pelajar di sekolah-sekolah mewah,” ungkapnya.

“Hal ini bisa tercegah kalau mereka dapat perhatian lebih dari pihak orang tua dan juga sekolah,” papar Rully.

Untuk mengatasi hal ini, Gannas akan mengoptimalkan program penyuluhan ke sekolah-sekolah. Dan, program itu sudah berjalan.

Tapi, sayangnya,kata Rully, “Tidak semua sekolah mau diajak kerjasama untuk melakukan penyuluhan. Dan, yang paling harus diperhatikan adalah lingkungan tempat tinggal,” keluhnya, prhatin.

Gannas mengharapkan orang tua dan sekolah peduli dan senantiasa memberikan perhatian ekstra untuk menyampaikan pemahaman tentang bahaya Narkoba kepada siswa.

“Sehinga bisa dilakukan pencegahan dini. Orang tua juga harus paham ciri-ciri atau perubahan anak mereka kalau terkena narkoba,”jelasnya.

Gannas juga mengimbau pemerintah setempat untuk memberdayakan RT dan RW di lingkungan masyarakat untuk jadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan peredaran bahaya narkoba.

“Ya, seharusnya pemerintah memberikan pelatihan dan insentif dana untuk RT dan RW,”tuturnya.

Rully menilai dalam upaya pencegahan bahaya Narkoba, masyarakat tidak bisa mengandalkan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan kepolisian. “Karena kemampuan dua instansi itu terbatas
,”ucapnya.

Lebih lanjut , ia mendesak agar pemerintah seperti BNN dan Polisi harus juga bekerjasama dengan ormas-ormas pencegahan Narkoba,” tegasnya.@agus

Pemberantasan Narkoba 2015, Indonesia Dijamin Gannas Bebas Narkoba

logo gannasLENSAINDONESIA.COM: Gerakan Anti Narkoba nasional (GANAS ) adalah organisasi non pemerintah yang bekerja secara independen terkait permasalahan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Cabang Ganas tersebar di sejumlah kota-kota besar dan berdiri sejak september 2007 kemarin.

“Ganas pastikan warga dan generasi Indonesia pada 2015 Indonesia bebas dari narkoba,” ujar Rully Wahyudi Sekjen Ganas, Jum’at (22/6/12).

Baca juga: Mantan anggota DPRD Tembilahan Riau beralih jadi bandar narkoba dan Petugas BNN berhasil ringkus Pasutri

Organisasi yang bermarkas pusat di Jalan Damai Musyawarah No 5A Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Hingga 2015 ada beberapa program kerja strategis yang akan dijalani Ganas yakni,

Jangka Awal
• Melakukan inventarisir wilayah Jakarta rawan Narkoba.
• Membangun Komunikasi dan kerjasama pada masyakarat secara langsung.
• Melakukan komunikasi dan diskusi pada Badan Narkotika Nasional/ Propinsi, dengan Organisasi Anti Narkoba lainnya dan Badan-badan atau Lembaga dan perorangan yang juga melakukan Pemberantasan Narkoba.

Jangka Menengah
• Melakukan Road show Diskusi tentang Bahaya Narkoba pada beberapa Kampus dan SMU di Jakarta.
• Melakukan kerja konkrit lapangan dalam pemberantasan Narkoba dan melibatkan unsur RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga).
• Merekomendasi Para Korban Penyalahgunaan Narkotika untuk di Rehabilitasi.
• Menyelenggarakan Festival Musik Anti Narkoba.
• Menyelenggarakan Kampanye dan Konser Amal untuk Korban Narkoba yang tidak mampu untuk disalurkan menjadi manusia yang kreatif dan berdaya.

Jangka Panjang
• Melakukan kerjasama dengan Aparat Penegak Hukum dalam hal Penindakan terhadap Pengedar dan Pengguna Narkotika.
• Membuat dan menyiapkan Rumah Karya sebagai tempat mendidik dan menempa para korban penyalahgunaan Narkotika untuk menjadi Manusia Yang Kreatif dan Produktif di segala bidang.
• Melakukan kerjasama dengan Lembaga Anti Narkotika Internasional.

Ganas, imbuh Rully, juga akan selalu bekerjasama dengan aparat untuk jaringan narkoba dari warga Indonesia. @ags

Grasi Terpidana Bandar Narkoba Nodai Hati Rakyat Indonesia, Gannas: Presiden Lalai, Presiden Tidak Teliti

logo gannasLENSAINDONESIA.COM: Grasi presiden kepada terpidana bandar narkoba dinilai berbagai kalangan sangat tidak tepat, karena bandar narkoba penjahat kemanusian yang merusak dan membunuh banyak rakyat Indonesia khususnya anak-anak muda.

Sekjen Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Rully Wahyudi, mengatakan dengan pemberian grasi oleh presiden menjadi bisnis barang haram tersebut semakin muda ditemui dan tidak membuat jera para bandar besar.

Baca juga: Mantan anggota DPRD Tembilahan Riau beralih jadi bandar narkoba dan Petugas BNN berhasil ringkus Pasutri

“Mereka semakin bebas menjalankan bisnis narkobanya dan walaupun mereka di dalam penjara tetap masih bisa menjalankan bisnisnya berbeda dengan kejahatan lain seperti pembunuhan atau perampokan,” katanya saat dihubungi LICOM, Rabu (14/11/12).

“Jadi menurut saya sangat tidak tepat dan melukai hati masyarakat Indonesia khususnya masyarakat yang anti narkoba seperti gannas,” jelasnya.

Gannas  melihat grasi ini adalah kesalahan presiden yang tidak teliti melihat dampak pemberian grasi terhadap bandar narkoba. Bisa juga karena kekurangtahuan presiden terhadap permasalahan narkoba yang ada di masyarakat.

“Saya takut pemberian grasi terhadap bandar narkoba bisa merusak citra presiden secara politik maupun secara sosial di mata publik. Kalo pemberian grasi ini saya melihat tidak ada unsur politiknya dan ini murni kelalaian presiden dalam mengambil keputusan,” tegasnya.

Bahkan Rully menilai hal ini bisa menjadi bahan secara politik untuk menjatuhkan citranya oleh lawan-lawan politiknya.

Pemerintah dalam melakukan pencegahan narkoba harus hati-hati karena dengan menerbitkan buku di sekolah-sekolah bagai mana cara menggunakan narkoba bisa menjadi bumerang, malah bisa secara tidak langsung mengajarkan anak-anak sekolah cara menggunakan narkoba.

Lebih lanjut, Rully menegaskan ada cara lain yang justru lebih tepat sasaran seperti membuat testimoni dari mantan pengguna narkoba dan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba serta dampak-dampak  yang merugikan sebab penggunaan narkoba.

Sekali lagi Gannas berharap pemerintah harus merangkul masyarakat untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba dan berdayakan ratusan LSM dan Organisasi anti narkoba.

“Saya menilai pemberian grasi kepada bandar narkoba itu rawan fitnah untuk presiden, karena masyarakat tahu bandar narkoba memiliki kemampuan finansial yang kuat untuk membeli hukum,” paparnya.@aguslensa

Demi mengurangi tempat yang diduga sebagai daerah pengedaran Cegah penyebaran Narkoba, Gannas bangun cabang di Kepulauan Riau

LENSAINDONESIA.COM : Ormas Gannas (Gerakan Anti Narkoba Nasional) melebarkan sayapnya ke Propinsi  Kepulauan Riau. Perluasan gerakan ini sampai di Kepulauan Riau karena tempat itu menempati peringkat ke 2 peredaran dan penggunaan narkoba.

Menurut Sekertaris Jendral Gannas, Rully Wahyudi kepada LICOM, Gannas hadir merangkul masyarakat setempat dan juga merangkul organisasi yang ada di Kepulauan Riau atas bahayanya Narkoba.

“Kita akan membentuk Ke depannya Gannas kepri (Kepulauan Riau) dan akan membentuk pengurus sampai ke tingkat kelurahan seperti Intelijent dalam pemberantasan Narkoba,” ujar Rully, kepada LICOM, Selasa (30/4/13).

Selain itu, Rully mengaku dengan adanya ormas Gannas di Propinsi Kepulaun Riau bisa menyelamatkan generasi muda dari Narkoba.

“Saya berharap pemerintah daerah, kepolisian dan BBNP bisa bekerjasama dengan Gannas Kepulauan Riau sebagai mitra,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala DPW Gannas Propinsi Kepri ,Yakop Sutjipto mengatakan masih tingginya peredaran Narkoba di Propinsi Kepri sehingga menjadi perhatian Ormas Gannas. Hal ini terjadi setelah melihat bahayanya narkoba.

Yakop Sutjipto menginformasikan, dirinya bersama DPW Gannas Propinsi Kepulauan Riau akan membentuk intelijen untuk mencegah peredaran Narkoba di wilayah Batam. @aguslensa

Ormas Anti Narkoba Desak BNN Periksa Pilot

logo gannasJAKARTA, binesia.com - Organisasi Kemasyarakatan (ormas) anti narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk segera memeriksa kemungkinan pilot Lion Air, yang pesawatnya jatuh di laut bali, Sabtu (13/4/2013), mengonsumsi narkoba.

Sekretaris Jenderal DPN Gerakan Peduli Anti Narkoba dan Tawuran (Gepenta) Urbanisasi, SH mengutakan tuntutan itu kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/4/2013). Ia dimintai pendapat sehubungan kemungkinan pemakaian Narkoba atau sejenisnya sebagai penyebab kecelakaan Lion.

“Beberapa lembaga kemasyarakat yang peduli pada pemberantasan peredaran narkoba telah menyampaikan desakan kepada BNN agar segera memeriksa pilot Lion Air itu. Cerita keterlibatan pilot dalam lingkaran narkoba kan bukan barang baru,” ujar Urbanisasi, yang juga seorang advokat.

Dipaparkan, pihak Lion Air menjelaskan bahwa pesawat yang jatuh dalam kondisi tanpa masalah ketika terbang dari menuju Bali. Kalau demikian, semakin kuat alasan bagi BNN untuk memeriksa pilot Lion.

Tuntutan serupa disampaikan Sekjen Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Rully Wahyudi kepada binesia.com. Pemeriksaan pilot Lion Air, kata Rully, juga sekaligus terapi bagi pilot lain agar tidak bermain-main dengan narkoba.

“Posisi pilot kan sangat mudah mengakses peredaran narkoba. Jadi, Gannas mendesak BNN untuk segera turun (memeriksa pilot). Kalau pilot Lion itu tidak terbukti mengonsumsi narkoba, ini yang masyarakat harapkan. Tapi, bagaimana kalau terbukti?” ulas Rully.

Mengenai respon BNN atas desakan ormas anti narkoba, Urbanisasi mengutarakan, pihak badan pemberantasan peredaran narkoba dimaksud menyambut kepedulian ini. Pihak BNN, kata Urbanisasi, berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjajaki perlunya mengetes kemungkinan sang pilot mengonsumsi narkoba.

“Kami sih berharap BNN tidak tinggal diam atas masalah ini. Pilot kan membawa penumpang yang tidak sedikit. Kalau ada yang terlibat narkoba, pasti mengancam nyawa ratusan nyawa penumpang dan warga di darat,” tegas Urbanisasi.

Cagub-Cawagub DKI Ditantang Tes Urine

logo gannasJAKARTA, KOMPAS.com — Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) menantang calon gubernur dan wakil gubernur DKI untuk melakukan tes urine guna membuktikan bahwa mereka bebas narkoba.

Hal itu disampaikan Rully Wahyudi, Sekjen DPP Gannas, saat membuka posko di Graha Mandiri lantai 20, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2012).

Posko tersebut memang dibuka oleh Gannas dalam rangka Pilkada DKI Jakarta. Gannas berharap Jakarta bisa mendapat figur pemimpin yang peduli terhadap bahaya penyalahgunaan pemakaian narkoba.

“Tujuan dari acara ini adalah untuk mengimbau kepada cagub dan cawagub agar lebih peduli terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba di Kota Jakarta,” ujar Rully Wahyudi, Sekjen DPP Gannas.

Ia juga menambahkan bahwa pembentukan posko pengaduan masyarakat ini diharapkan akan menampung laporan masyarakat terkait drug abuse yang mungkin dilakukan cagub-cawagub beserta tim suksesnya.

Rully juga mengimbau agar hasil tes urine seluruh cagub dan cawagub akan dipublikasikan ke seluruh masyarakat DKI Jakarta.

“Hal ini bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terbebas dari narkoba,” lanjut Rully.

Transaksi Masih Marak, Polisi-BNN Kerja Keras Gannas: Bina Pecandu Narkoba di Kampung Ambon

logo gannasLENSAINDONESIA.COM: Sekjen Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Rully wahyudi mengatakan pemberantasan Narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, adalah harus ditindak tegas dan tanpa ada pelindungan dari pihak manapun termasuk aparat kepolisian.

Rully menegaskan hingga kini pemberantasan narkoba di Kampung Ambon bukan hanya diberantas dan ditangkap saja, namun semua pemakai yang telah kecanduan harus dibina dengan baik dan diberikan peluang pekerjaan, agar tidak kembali melakukan hal tersebut.

Baca juga: Dukung perangi Narkoba, warga Kampung Ambon rintis nyablon dan Wow! Bebas Narkoba, pemuda Kampung Ambon bakal direkrut Persija

Hingga saat ini kawasan Kampung Ambon masih sering digerebek oleh pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN ) terkait masih maraknya tranksaksi narkoba.

Meski demikian Rully menegaskan, bukan hanya penangkapan tapi mereka harus dibina dan direhabilitasi sehingga mereka tidak melakukan hal tersebut dan mencari bandar besar yang menyelundupkan barang haram ke Kampung Ambon. @agusirawan

“Nasib bangsa ini ke depan ada di tangan BNN dan kepolisian” Peredaran narkoba di lapas, bukti gagalnya Menkumham

LENSAINDONESIA.COM: Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) menilai peredaran narkoba di lapas karena adanya permintaan dan bercampurnya pecandu dan pengedar di dalam lapas. Hal itu ditegaskan Sekjend Gannas Rully Wahyudi.

Menurutnya, peredaran narkoba karena ketidaktegasan pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkuham). “Kurangnya pengawasan dan tenaga sipil di lapas, sangat memudahkan adanya peredaran dan penggunaan narkoba di lapas,” kata Rully kepada LICOM saat dihubungi, Senin (16/9/13).

Baca juga: Mantan anggota DPRD Tembilahan Riau beralih jadi bandar narkoba dan Jaksa kelabakan, tahanan Narkoba Lamongan kabur belum tertangkap

Rully mengaku peredaran narkoba di lapas udah pasti suatu bukti kegagalan pemerintah khususnya Kemenkuham. Solusinya adalah pecandu atau pengguna harus direhabilitasi atau dijauhkan dari pengedar dan bandar bandar kelas kakap. “Secepatnya harus dieksekusi mati. Jangan nunggu sampai mereka menjalankan lagi bisnis haramnya, dan sekali lagi saya sarankan, hukum berat pengedar narkoba kalau perlu hukum mati, dan rehabilitasi para pecandu dan pengguna narkoba,” tegasnya.

Pemerintah dalam hal ini BNN dan kepolisian, lanjut dia, harus serius dan profesional dalam bekerja dalam memberantas pengedaran narkoba. “Karena nasib bangsa ini ke depan ada di tangan BNN dan kepolisian. Segera eksekusi para bandar yang telah diputus hukuman mati,” jelas Rully.

Untuk para pecandu dan pemakai yang telah di penjara, dia sarankan untuk segera diberikan grasi untuk mengurangi kepadatan atau over capacity lapas. Petugas lapas harus lebih solid dan teliti dalam mengawasi warga binaannya. “Jangan gampang disogok,” tegasnya.@aguslensa

Gerakan Anti Narkoba Nasional